NEGARA KORUPTOR

Seekor tikus berdasi
Duduk dengan manisnya di kursi raja
Dengan perut buncit
Yang tak tau darimana isinya

Sang pengadil
Tak lagi jadi pengadil
Meja hijau jadi tempat berbisnis
Hukum kini jadi media berbisnis
Inilah wajah Indonesia

Kelinci putih
Hanya bisa berdiam
Tak bisa berkata
Tak bisa berbicara
Tak bisa berbuat
Hanya pasrah menunggu keajaiban

Dalam hati sang kelinci berbisik
“Hai para tikus berdasi”
“Sadarkah engkau telah menelan hak kami”

Wahai para tikus berdasi
Belum sadarkah engkau
Menghancurkan negeri ini perlahan
Bagaimanakah nasib negeri ini kemudian hari?
Apakah pemimpin-pemimpin negeri ini harus di up-grade atau di down-grade?
Agar Indonesia terbebas dari kutukan korupsi

=======================

Puisi ini aku buat untuk tugas Bahasa Indonesia, membuat dan mendeklarasikan puisi tanggal 15 Desember 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: