Posts Tagged ‘sinopsis buku’

Sinopsis dan Resensi “Box Set Ilana Tan”

Terdiri atas 4 buku:
1) Summer in Seoul
2) Autumn in Paris
3) Winter in Tokyo
4) Spring in London

 

Resensi Buku oleh Chaniasari

Saya suka membaca novel, tapi saya tidak suka teen lit atau semacamnya. Sekilas novel-novel Ilana Tan seperti teen lit atau metropop kebanyakan. Sampai tanpa sengaja saya membuka halaman suatu web dimana banyak sekali yang membicarakan buku-buku Ilana Tan. Saya mencari siapa sosok Ilana Tan, yang ada cuma sekedar tulisan “Selain menulis, Ilana juga menikmati film, buku, dan bahasa asing. Kini ia menetap di Jakarta dan bekerja di bidang yang disukainya.” Sudah.

Rasa penasaran yang akhirnya membuat saya bersumpah, saya akan langsung membeli semua bukunya. Dan langsung terjawab dengan adanya Box Set Ilana Tan yang berisi 4 buku karyanya ini. Langsung saya beli.

Buku Pertama -Summer in Seoul-

Saya suka drama korea, dan begitu membaca buku ini, saya seakan-akan sedang melihat sebuah drama korea, benar-benar bisa mengajak pembaca ikut bervisualisasi. Tema yang diangkat adalah tema ‘impian’ remaja putri kebanyakan. Bisa berpacaran dengan artis terkenal. Tentang Han Soon Hee -gadis blasteran Indonesia-Korea- yang tanpa sengaja bisa mengenal Jung Tae Woo -penyanyi terkenal dari Seoul- yang kemudian menjadi pacarnya. Sungguh membayangkan saja sudah menyenangkan. Konflik yang diangkat tidak terlalu berat, karena (mungkin) akan merusak sensasi menyenangkan tadi kalau konflik yang diangkat berat. Happy ending in the end juga sepertinya dibuat untuk semakin menyenangkan pembaca.

Buku Kedua -Autumn in Paris-

Saya tidak bisa berhenti membaca buku ini. Hanya buku yang bisa membuat saya menangis yang tidak berhenti saya baca sampai habis.
Tokoh utama di cerita ini adalah Tara Dupont yang merupakan sepupu Han Son Hee, yang tinggal di Paris. Di ‘Summer in Seoul’ Tara Dupont sempat muncul sedikit di bab-bab akhir yang menjadikannya benang merah untuk buku kedua.
Tara Dupont yang menjalin cinta dengan Tatsuya, seorang pemuda Jepang yang menetap sementara di Paris, dihadapkan pada kenyataan pahit yang tidak bisa diubah oleh siapapun.

Bab yang paling mengena adalah ketika Tara berada di apartemen Tatsuya di Jepang, sedangkan Tatsuya sedang sekarat di Rumah Sakit, Tara menemukan foto-foto dirinya yang diambil secara diam-diam oleh Tatsuya. Dimana Tatsuya menulis kalimat-kalimat singkat di belakang setiap foto. Ada satu foto berdua Tara dan Tatsuya dengan kalimat “Aku dan segala yang kuinginkan dalam hidup”. Hal sederhana tapi sangat indah.

Buku Ketiga -Winter in Tokyo-

Tokoh utama di buku ini juga sempat disebut sekilas di ‘Autumn in Paris’ yaitu Keiko Ishida yang merupakan tetangga apartemen Tatsuya di Tokyo.
Kisah dimulai ketika ada tetangga baru di apartemen Keiko, mengisi apartemen Tatsuya yang kosong bernama Nishimura Kazuto yang merupakan seorang fotografer handal yang lama tinggal di Amerika, kembali ke Jepang karena menginginkan suasana baru.
Sebulan berada di Tokyo, Keiko dan Kazuto mulai membentuk perasaan baru. Kemudian muncul konflik ketika segalanya berubah ketika salah satu dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang sudah menjadi bagian penting dari hidupnya.

Buku Keempat -Spring in London-

Tokoh utamanya adalah Naomi Ishida yang merupakan kembaran Keiko Ishida di buku ‘Winter in Tokyo’ yang berprofesi sebagai model terkenal, dan sedang melakukan pekerjaan bersama Danny Jo, model asal Korea yang merupakan teman dekat Jung Tae Woo (Summer in Seoul). Sesuatu di masa lalu Naomi yang menyangkut diri Danny Jo membuatnya selalu menjaga jarak dengan Danny yang malah membuat Danny begitu penasaran dan mencoba mengenal Naomi lebih jauh.
Konflik menurut saya nyaris tidak ada. Hanya sedikit klimaks yang disajikan dan langsung antiklimaks karena segera dijawab endingnya oleh penulis. Dengan tema yang unik menjadikannya layak untuk dibaca.

Membaca buku-buku Ilana Tan terasa lebih mengena karena ada unsur Indonesia dari setiap tokoh utama sehingga lebih touchy karena membuat pembaca Indonesia bisa merasa dekat dengan tokoh utamanya. Selain itu sangat jarang dijumpai novel-novel Indonesia yang mengambil setting Luar Negeri seperti ini. Membaca-nya saja seperti diajak keliling negara-negara tersebut oleh Ilana Tan. Cocok untuk koleksi di rumah.

Sinopsis “Musashi”

Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan. Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya. Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina. Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengikuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan.